
Dharmasraya Sport – Pertandingan penuh tensi tinggi dan drama mewarnai duel antara Sungai Rumbai kontra Sinamar yang berlangsung sengit hingga peluit akhir dibunyikan di lapangan sepakbola Tuanku Kerajaan, Sabtu (20/6/2026).
Laga yang memasuki babak kedua dengan tempo tinggi tersebut menghadirkan sejumlah insiden yang membuat suasana pertandingan semakin panas.
Sejak awal babak kedua, Sinamar tampil lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan ke pertahanan Sungai Rumbai.
Namun kerasnya permainan membuat wasit harus beberapa kali mengambil tindakan tegas. Pada menit ke-10 babak kedua, pemain Sinamar bernomor punggung 2 diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain lawan.
Keputusan tersebut menjadi awal dari meningkatnya tensitas pertandingan.Puncak drama terjadi pada menit ke-24 babak kedua.
Pemain Sungai Rumbai bernomor punggung 4, Zaky, kehilangan kendali emosi dan melakukan tindakan tidak sportif dengan memukul dada pemain Sinamar.
Wasit yang berada dekat dengan kejadian langsung mengeluarkan kartu merah tanpa ragu, memaksa Sungai Rumbai melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Keputusan tersebut sempat memicu protes dari sejumlah pemain di lapangan. Situasi yang memanas membuat wasit kembali mengeluarkan kartu kuning kepada pemain Sinamar, Faridh Arqam Maulana Azka, nomor punggung 10, pada menit yang sama.
Unggul jumlah pemain, Sinamar berupaya memanfaatkan keadaan dengan meningkatkan intensitas serangan. Tekanan bertubi-tubi memaksa para pemain Sungai Rumbai bekerja ekstra keras menjaga keunggulan.
Kapten Sungai Rumbai, Dino, nomor punggung 22, bahkan harus menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran taktis guna menghentikan aliran serangan lawan.
Tidak lama berselang, drama kembali terjadi ketika Wahid, nomor punggung 12, menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah sehingga harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Saat Wahid berjalan menuju luar lapangan, suasana sempat memanas akibat adanya dugaan provokasi dari oknum penonton. Beruntung, situasi dapat dikendalikan sehingga pertandingan tetap dapat dilanjutkan hingga selesai.
Meski bermain dalam kondisi tertekan dan kehilangan pemain akibat kartu merah, Sungai Rumbai menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Barisan pertahanan mereka tampil disiplin dan mampu meredam setiap upaya yang dilakukan para pemain Sinamar.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Sungai Rumbai.
Hasil ini menjadi kemenangan yang sangat berharga bagi Sungai Rumbai. Selain mengamankan poin penuh, kemenangan tersebut juga menunjukkan mentalitas dan daya juang tinggi para pemain yang mampu mempertahankan keunggulan di tengah tekanan besar sepanjang babak kedua. (Red)