
Dharmasraya Sport – Pekan ketiga Zona 5 Dharmasraya Champions League (DCL) 2026 menghadirkan laga sarat gengsi dan penuh drama saat PS Koto Padang berhadapan dengan Nagari Simalidu FC di Lapangan Putra Jaya, Nagari Tiumang, Jumat (19/6/2026).
Pertandingan yang dipimpin wasit Deni Apriadi tersebut berlangsung dalam tensitas tinggi dan diwarnai sejumlah kartu serta insiden yang memancing emosi kedua kubu.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka. PS Koto Padang bahkan sempat membuat pendukungnya bersorak pada menit ke-8 ketika M. Fikri (12) berhasil menjebol gawang Nagari Simalidu FC.
Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah sang pemain dinilai berada dalam posisi offside.Memasuki pertengahan babak pertama, tekanan yang terus dilancarkan PS Koto Padang memaksa lini pertahanan Nagari Simalidu FC bekerja ekstra keras.

Pada menit ke-25, Sugeng (12) harus menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran guna menghentikan serangan lawan.
Meski kedua tim saling menciptakan peluang, tidak ada gol yang tercipta hingga turun minum. Skor 0-0 menutup jalannya babak pertama.Memasuki babak kedua, pertandingan semakin memanas.
Baru beberapa menit laga berjalan, Ageng (9) dari Nagari Simalidu FC kembali mendapat kartu kuning pada menit ke-32. Situasi semakin sulit bagi tim tersebut ketika pada menit ke-47 wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di area penalti.
Kesempatan emas itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Aldo F (25). Eksekusi penaltinya yang tenang berhasil menaklukkan penjaga gawang lawan dan membawa PS Koto Padang unggul 1-0.Namun, keunggulan tersebut tidak membuat tensi pertandingan mereda.

Dua menit setelah mencetak gol, Aldo F justru menerima kartu kuning pada menit ke-49 akibat pelanggaran yang dilakukannya.
Puncak ketegangan terjadi pada menit ke-55 ketika jajaran official Nagari Simalidu FC melancarkan protes keras terhadap keputusan wasit. Aksi tersebut berujung pada kartu merah langsung yang membuat salah satu official harus meninggalkan area pertandingan.
Drama kembali berlanjut pada menit ke-59. Aldo F yang sebelumnya menjadi pahlawan kemenangan PS Koto Padang harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras, sehingga wasit mengeluarkannya dari lapangan.
Meski harus kehilangan satu pemain dan menghadapi tekanan sepanjang sisa pertandingan, PS Koto Padang mampu mempertahankan keunggulan tipis 1-0 hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini membawa dampak besar terhadap persaingan klasemen sementara Zona 5. Tambahan tiga poin mengangkat PS Koto Padang ke posisi kedua dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan, hanya kalah selisih gol dari pemuncak klasemen, Tiumang.Sebaliknya, Nagari Simalidu FC semakin terpuruk di dasar klasemen setelah menelan kekalahan kedua secara beruntun dan belum berhasil meraih poin.
Dengan masih adanya Pulau Mainan dan Padakuan yang mengintai di posisi ketiga dan keempat serta memiliki jumlah pertandingan lebih sedikit, persaingan memperebutkan dua tiket menuju babak 16 besar DCL 2026 Zona 5 dipastikan akan berlangsung semakin ketat dan menarik pada pekan-pekan berikutnya. (Red)