
Dharmasraya, Dharmasraya Sport — Menyongsong bergulirnya ajang bergengsi Dharmasraya Champions League (DCL) 2026 yang disebut-sebut sebagai turnamen tarkam terbesar di Sumatera Barat, Sipangkur FC terus bergerak cepat mematangkan persiapan tim.
Langkah konkret ini ditunjukkan dengan intens melakoni serangkaian laga uji coba menghadapi sejumlah klub sesama kontestan DCL lainnya.
Kompetisi akbar antar nagari ini merupakan salah satu program unggulan yang diusung oleh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama Wakil Bupati Leli Arni.
Program ini digulirkan sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam membangkitkan kembali gairah olahraga, khususnya sepak bola di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari pematangan strategi dan penguatan chemistry tim, klub asal Nagari Sipangkur tersebut tercatat telah merampungkan lima pertandingan persahabatan tingkat tinggi.
Mereka berturut-turut menjajal kekuatan dari Padukuan FC, Tiumang FC, Pulau Mainan FC, Koto Baru FC, hingga Ambasador FC Kurnia Selatan.
Wali Nagari Sipangkur, Arif Gumensa, menjelaskan bahwa progres tim asuhannya menunjukkan grafik yang terus meningkat.
Di bawah komando tim kepelatihan yang dipimpin oleh Agus Widodo, persentase kesiapan tim kini diklaim telah menyentuh angka 80 persen menjelang kick-off resmi pada 6 Juni 2026 mendatang.
“Persiapan tim terus dimatangkan, terutama dalam membenahi pola bertahan dan mengasah penyelesaian akhir para striker. Sejauh ini perkembangan anak-anak cukup baik,” ujar Arif Gumensa, Senin (18/5/2026).
Untuk mengarungi ketatnya kompetisi, pelatih kepala Agus Widodo telah menetapkan 25 pemain pilihan yang akan mengisi kedalaman skuad Sipangkur FC.
Tim ini memadukan potensi lokal dengan menghadirkan pilar senior kaya pengalaman seperti Bambang, Suadi, dan Nofri, yang diplot menjadi jenderal lapangan tengah sekaligus motor permainan tim.
Berdasarkan hasil undian, Sipangkur FC dipastikan tergabung di Zona 4 dan akan memainkan seluruh laga fase grup di Lapangan Nagari Sungai Langkok.
Di zona ini, Sipangkur harus bersaing ketat dengan tim-tim tangguh seperti Padang Laweh, Batu Rijal, Sopan Jaya, Koto Beringin, serta sang tuan rumah Sungai Langkok, demi mengamankan dua tiket menuju babak 16 besar.
Mengingat peta persaingan di Zona 4 yang dikenal memiliki basis massa pendukung fanatik dan materi pemain berkualitas merata, Pemerintah Nagari Sipangkur memberikan komitmen serta jaminan dukungan penuh.
Arif menegaskan, pihak nagari bahkan telah menyiapkan stimulus khusus untuk melecut motivasi bertanding para pemain.
“Kami tentu menargetkan hasil terbaik. Kalau nanti berhasil menjadi juara, pemerintah nagari sudah menyiapkan bonus untuk menambah semangat pemain,” katanya optimistis.
Di sisi lain, Arif memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pemerintah daerah atas diinisiasinya kembali kompetisi sepak bola resmi pasca-vakumnya panggung turnamen skala besar di Dharmasraya selama beberapa tahun terakhir.
“Sudah lama tidak ada wadah resmi untuk menghimpun semangat olahraga anak-anak Dharmasraya, terutama sepakbola di Dharmasraya. Dengan adanya DCL ini, seluruh insan sepakbola Dharmasraya kembali bersatu,” tuturnya mengingat kembali memori kompetisi Minangkabau Cup 2017 dan Liga Dharmasraya 2006 silam.
Bagi Arif, esensi sepak bola jauh melampaui urusan taktik di dalam garis lapangan. Olahraga ini terbukti memiliki kekuatan sosiologis yang besar dalam menyatukan dan mempererat tali silaturahmi antar-warga di tingkat tapak.
“Kita bisa saja berbeda pandangan dalam hal lain, tapi kalau bicara sepakbola, tentu kita sama-sama mendukung tim nagari kita,” pungkas Arif menutup pembicaraan. (Red)